Workshop tahap ke III baru saja diselengarakan oleh Bekraf pada 14-1 Juni 2017, pada workshop kali ini, hasil pahatan karya peserta terlihat semakin bagus dan sebagian besar telah layak digunakan sebagai aksesoris.
Alat dan dan bahan tambahan aksesoris langsung dibawa oleh tim dari pusat.
Jika tidak ada kendala, maka pada workshop tahap 4 nanti (diperkirakan Juli) sekaligus akan dilaksanakan pameran perdana karya peserta Workshop Pembentukan Ekosistem Kota/Kabupaten Kreatif Seni Pahat/Kriya
Berikut adalah beberapa hasil dokumentasi kegiatan
Rabu, 21 Juni 2017
#BeKraf II Nias 2017
Melanjutkan Workshop Pembangunan Ekosistem Kota/Kabupaten Kreatif/ Seni Pahat Nias 2017 yang diselenggarakan oleh BeKraf pada Bulan Maret
(21-23 Maret 2017) yang lalu, maka pada tanggal 25-27 April 2017, Bekraf kembali melakukan workshop tahap II. Pada setiap pertemuan peserta tetap diarahkan untuk berpikir ke arah penciptaan fashion accesories dalam rangka pembentukan ekosistem ekonomi kreatif.
Jika pada pertemuan sebelumnya peserta dituntun untuk:
- Memahami proses dari lahirnya sebuah kreativitas hingga menjadi sebuah karya yang nyata
- Mengenal budaya Nias, segala simbol dan ornamen, termasuk aksesoris dalam kebudayaan Nias
- Berimajinasi dan menuangkannya dalam sebuah gambar
- Para peserta juga diminta untuk membuat sebuah gambar rencana aksesoris dan menyerahkannya pada pertemuan lanjutan
Pada Workshop tahap II ini, Bekraf melakukan beberapa pengembangan pelatihan terhadap peserta, antara lain:
- Memperlengkapi setiap peserta dengan peralatan dasar pahat
- Menuntun peserta menuangkan budaya, simbol, ornamen dan aksesoris khas nias ke dalam sebuah gambar aksesoris baru yang diberi sentuhan inovasi
- Mengajarkan peserta tekhnik pahat dasar
- Mengajarkan peserta putri tekhnik dasar anyaman
Tutor pengajar kali ini adalah Pak Kirno dan Pak Karyadi, keduanya adalah seniman lulusan jurusan seni dari universitas ternama yang tentu saja memiliki jam terbang yang tinggi dalam mengeksplorasi karya seni.
Berikut adalah hasil jepretan dari Ibu Noniawati Telaumbanua (Kabid di DisParBud Kota Gunungsitoli) yang sempat mengabadikan beberapa gambar dan senantiasa mendampingi pelaksanaan workshop.
Jika pada pertemuan sebelumnya peserta dituntun untuk:
- Memahami proses dari lahirnya sebuah kreativitas hingga menjadi sebuah karya yang nyata
- Mengenal budaya Nias, segala simbol dan ornamen, termasuk aksesoris dalam kebudayaan Nias
- Berimajinasi dan menuangkannya dalam sebuah gambar
- Para peserta juga diminta untuk membuat sebuah gambar rencana aksesoris dan menyerahkannya pada pertemuan lanjutan
Pada Workshop tahap II ini, Bekraf melakukan beberapa pengembangan pelatihan terhadap peserta, antara lain:
- Memperlengkapi setiap peserta dengan peralatan dasar pahat
- Menuntun peserta menuangkan budaya, simbol, ornamen dan aksesoris khas nias ke dalam sebuah gambar aksesoris baru yang diberi sentuhan inovasi
- Mengajarkan peserta tekhnik pahat dasar
- Mengajarkan peserta putri tekhnik dasar anyaman
Tutor pengajar kali ini adalah Pak Kirno dan Pak Karyadi, keduanya adalah seniman lulusan jurusan seni dari universitas ternama yang tentu saja memiliki jam terbang yang tinggi dalam mengeksplorasi karya seni.
Berikut adalah hasil jepretan dari Ibu Noniawati Telaumbanua (Kabid di DisParBud Kota Gunungsitoli) yang sempat mengabadikan beberapa gambar dan senantiasa mendampingi pelaksanaan workshop.
Langganan:
Postingan (Atom)








